"Bacod!" jerit Casa. "Heh! Lo yang bacod!" teriak Kora. Mereka membalikkan badan mereka ke arah yang berbeda. Casa dan Kora adalah dua pasang musuh yang selalu saja bertengkar dan mengejek. Walaupun pernah sampai ditegur kepala sekolah, mereka tidak jera juga. "Woi! Lo berdua kapan selese nya berantem. Berantem melulu! Ckckck...." kata Goro, sahabat Kora, sambil menggeleng-gelengkan kepala. Toto juga ikut bicara, "Nanti Bu Tiwa keburu da-"
"Hei anak-anak! Ada apa ini?" bentak Bu Tiwa. Digosipin sih, dia guru paling galak di kelas 7 itu. Kelas menjadi sunyi. "Tuh kan dateng beneran!" bisik Toto lagi. "Saya ulangi sekali, ada masalah apa ini?" omel Bu Tiwa lagi. Semua orang tidak ada yang mau bicara. "Casa, Bu! Dia mulai duluan!" jawab Kora pelan. "Apa?" kata Bu Tiwa. "Casa yang mulai duluan!" kata Kora lagi, kali ini suaranya dinaikkan. Bu Tiwa menoleh ke arah Casa. Spontan, Casa berkata dengan gugup, "Haah? um...em......bu..bukan aku Bu!....Si Kora yang dulu-" "Sudah, pokoknya ikut saya ke kepala sekolah!" jawab Bu Tiwa marah. Mampus gue! jerit Kora dan Casa dalam hati.
"Hossh......hossh..........hosshhhh.................Capek! Capek!" kata Casa, ngos-ngos'an.Ternyata Pak kepala sekolah mengirim surat untuk orang tua mereka. "Taksi..Taksi...!!!" panggil Casa. "Pak...Taksi! Taksi!" panggil sebuah suara, tidak jauh dari situ. Casa menoleh. "Lho? Lo ngapain disini?" "Manggil taksi. Terserah gue dong mo ngapain" jawab orang itu cuek. Kora. "Huufftttttttt........!!!!! Dasar!" gumam Casa.
Tiba-tiba, taksi pun datang, "Bye!" kata Kora santai. Dia segera membuka pintu mobil. Casa tidak menengok. Akan tetapi Casa mengingat sesuatu. "Eh,,eh.. taksinya?!?!?!" tanya Casa sendiri. "HEHHH!!!!!!! KORAAA!!!!!!!!!! TAKSINYA GUE YANG MANGGIL, GUE DULUAAAN!!!" teriak Casa panik. "Yeee.. siapa suruh.. Orang gue yang duluan kok!" balas Kora tak mau kalah. "Yaudah...Yaudah.. Dek, jangan pada berantem. Bapak pusing dengernya! Lebih baik yang cewek ikut bareng aja deh! Bapak diskonin deh, jadi bayar nya cuman satu aja ya!" Naajiss....!!! Tapi boleh lah, daripada ga harus bayar lebih mahal. pikir Casa. "
Selanjutnya akan lebih meriah lagi, lho~! Karena itu, tetap lah menantikan chapter 2!~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar