Selasa, 10 Agustus 2010
CHAPTER STARS OF LOVE
Minggu, 25 Juli 2010
STARS OF LOVE ( chapter 2 )
“K-kok be-bersinar?” teriak Neko takut. Dia meremas kalungnya dan mengingat-ingat ketika mamanya memakai kalung itu. Kalung itu juga bersinar. Neko menanyakan mamanya, “Ma, kok bersinar?” Mama Neko menjawab sambil tersenyum, “Neko, kalung ini akan bersinar kalau kamu suka seseorang dan jatuh cinta” “Jatuh…cinta……” gumam Neko. Sambil terus meremas kalungnya, dia berbisik kecil, “I’m a stars of love!”
Tiba-tiba, ada cahaya terang menyelimuti kamar Neko. “Uwah! Cahaya apa ini!!!!!” teriak Neko, seraya menutupi matanya. Syuuutt… “Neko melihat di kaca. “A-apa?!!! Te-telinga ku-kucing!” jerit Neko panik. Dia memutar balik badannya, “AAHH!!! SAYAP!” teriak Neko lagi. Dia meraba-raba sayapnya. Jangan-jangan aku bisa terbang? Pikir Neko curiga, Dia meloncat kecil ke udara. Tubuhnya terasa sangat ringan. Neko terbang!
”A-aduh! Aku bisa terbang! Tapi mana mungkin aku bisa terbang! Aku nggak percaya ka-“ BRRUUKKK! “Aduh, sakit! Kok tiba-tiba jatuh sih?” Neko mengerang. Tiba-tiba dia melihat di kaca kalau sayap dan telinga kucing nya sudah hilang! “Kemana mereka ya? Kok tiba-tiba menghilang sih? Jangan-jangan cuman ilusi-ku!” gumam Neko, sambil mengusap-usap kakinya yang terpelintir.
GUBRAK! “Arrrggghhh! Dari tadi aku jatuh terus!” omel Neko. Kali ini dia tidak bisa bangun. “ma-maaf! A-apa kamu Neko Usagi?” Tanya seekor kucing putih yang imut sekali. “Ku-kucing yang bisa bicara!! AAHH!!!” Neko langsung pingsan. Beberapa jam kemudian…..”Neko! Kamu nggak apa-apa?” Tanya sebuah suara. Nenek! Perlahan Neko membuka matanya. “Iya Nek. Neko tadi kecapekkan saja kok!” Neko beralasan. “ya sudah. Nenek pergi dulu sebentar ya. Jaga diri!” sahut nenek sambil menutup pintu. Aku di…rumah sakit ya? Aku merepotkan nenek nih.
“Sudah bangun?” kata kucing putih yang tadi. “AAAHH!! Kamu kok ada disini?” teriak Neko, benar-benar bingung. “Iya, aku ikut nenek mu tadi. Kita naik ambulans. Lagipula, kan aku nggak bisa dilihat manusia biasa. Aku hanya bisa dilihat orang yang mempunyai kekuatan stars of love. Buktiku adalah kalung bintang yang kupakai ini!” kata kucing itu menunjuk kalung yang dipakainya. Kalungnya…sama denganku…. “Oh iya ! Kamu siapa sih? Kamu mau apa denganku?” Tanya Neko. Kali ini sedikit tenang.
“Namaku Starry. Aku perempuan dan aku adalah dewi kucing yang diutus untuk memndampingi mu. Setiap pengguna bintang juga punya kucing mereka sendiri! Karena kamu baru, aku akan membimbing mu untuk menggunakan kekuatan stars of love dengan baik. Dan seperti yang kukatakan tadi, dewi-dewa kucing tidak bisa dilihat oleh manusia biasa. Mamamu adalah tuanku dulu. Dan sekarang adalah giliran kamu. Neko, stars of love adalah kekuatan yang hanya bisa kamu lakukan ketika hatimu dipenuhi rasa cinta dan kesenangan. Kalau kamu sudah cukup mengerti akan kekuatan ini, kalungmu sudah tidak diperlukan lagi untuk mengeluarkan seranganmu.
Tugasmu hanya untuk menyerang setiap orang yang memakai kalung bintang berwarna hitam. Mereka adalah orang-orang yang akan menarik mengambil orang-orang yang punya kekuatan stars of love. Seperti mamamu yang diambil oleh mereka. Panggilan mereka adalah ‘stars of the dark’. Mereka bisa menipu dan mengambil kalungmu. Hati-hati terhadap mereka! Kalungmu juga akan merubah mu menjadi ‘cat-angel’. Kamu akan mempunyai buntut kucing, sayap, telinga kucing, kostum , dan tongkat kekuatan stars of love. Manusia biasa tidak bisa melihat mu berubah!” cerita Starry panjang lebar. “Oke! Aku mengerti!” ucap Neko. “Tapi bagaimana kamu bisa tahu namaku?” “Gampang. Namamu ada di daftar ‘pengguna stars of love yang baru’,” jawab Starry.
Kamis, 22 Juli 2010
STARS OF LOVE ( chapter 1 )
Hap…Hap.. Neko melahap nasi gorengnya. “Pelan-pelan, Neko. Nanti tersedak lho!” kata neneknya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Neko menggangguk cepat. Ya, namanya Neko Usagi. Umurnya 11 tahun. Dia tinggal bersama neneknya. Orang tua nya sudah menghilang 4 bulan yang lalu. Sebelum mereka menghilang, mama Neko mengucapkan ‘Im a stars of love’ dan memberikan sebuah kalung berbandul bintang ke Neko. Bintang itu bersinar terang ”Mamaaa!! Papaaa!!! Jangaan pergi!!” Neko mengenang kembali kejadian itu.
“Neko,” Nenek Neko menarik nafas panjang. “Kenapa?” Tanya Neko. “Nenek ada teman lama. Namanya Fuyu Sakura. Dia sepertinya sekarang berumur 25. Dia tinggal di MagicalPark .Dan dia sepertinya punya kekuatan ajaib dan-“ “APA?!!! Di dunia ini ada yang menggunakan kekuatan? Apa ada hubungannya dengan kalung Neko?” potong Neko. “Tunggu dulu. Nenek belum selesai bicara. Nah, dia juga mempunyai murid cowok yang belajar dengannya. Nenek mau kamu belajar dengannya. Siapa tahu ada hubungannya dengan kalungmu!” jelas Nenek. “Hmm… nggak ah! Neko lebih baik tinggal di rumah saja! Magical Park kan jauh!” bantah Neko. “Ayolah…siapa tahu kamu bisa menemukan kembali mama dan papamu,” bujuk Nenek. “Uuh.. gimana nih…,” gumam Neko. Sesaat dia terdiam. “YOSH! Demi menemukan mama dan papa! Besok Neko pergi!” ucap Neko bersemangat. Dia segera ke kamar tidurnya dan mengemas kopernya. Kalung bintangnya kembali bersinar.
Sabtu, 19 Juni 2010
LONELY WITHOUT YOU
Lalu mama Casa pun pergi ke dining room.
"Haahh....... Norak ih!" kata Casa sambil melihat baju itu dengan tatapan "ga suka". Terpaksa dia tadi membohongi mamanya, daripada nggak ada dress. Lalu Casa segera coba-coba dress itu.
*Di rumah Kora*
"Lalalala.......... dasar Casa! Pasti nanti dia pakainya jeans biasa & T-shirt polos. Haha.... orang cacad!" ejek Kora. Matanya masih menatap bertumpuk-tumpuk baju yang dikeluarkannya dari gudang. Semua baju itu bekas peninggalan papanya. Tiba-tiba, terlihat sebuah foto terselip diantara sebuah kemeja & celana hitam. Apaan ini? "Hah? Ini... ini.... ini... kan gue pas masih... masih kecil?!?!" Lalu dia melihat perempuan kecil yang disebelahnya. "Trus... ini siapa?" pikirnya bingung. "Aaah, tapi mirip kayak Casa. Imut lagi! Casa yang sekarang juga imut" katanya senyum-senyum. "Hah? Tadi gue bilang apa? Dasar! Casa gembrok itu mah ..ckckckck... dah-lah, gue sinting ya apa tadi!" ujar Kora kesal pada dirinya sendiri. Lalu dia terpikir untuk menanyakan mama-nya tentang foto itu.
"Ma... ini foto yang disebelah aku ini.... siapa?" tanya Kora pada mamanya. Kebetulan mamanya lewat gudang itu. "Hm.. siapa ya?!?! Coba mama inget-ingert dulu..! Hmm" mama Kora mengambil foto itu dan menatapnya dalam-dalam. "Iya, mama inget! Ini foto waktu kamu habis ke taman safari sama Casa? Ga inget ya? Mama Casa yang bayarin, lho. Kamu sampe ngambek mau ikut sama Casa. hehehehe...." ujar mama, nyengir lucu. "beneran?!!!!" kata Kora ga percaya. Dia malu banget di depan mamanya karena dikira manja. "Iya!!!! Iiiih, masa ga percaya sih. Tanya aja sama mamanya Casa, kalo ga percaya! Yaudah, kamu cepetan mandi dulu gih! Bau gudang tuh! Hahaha.." mama Kora tersenyum.
Keesokan harinya, setelah pulang sekolah, pesta ultah Kora akan dimulai...!
Rabu, 16 Juni 2010
LONELY WITHOUT YOU

"Um....apa beli baju aja ya? Aaah, gimana sih...jadi repot nih!" omel Casa pada dirinya sendiri. Lalu dia menaruh kembali jam tangan itu. Dengan langkah terunggah-unggah, dia menuju ke toko Men Clothes.
"Pak, jadinya harganya berapa?" kata Casa sambil bersedia mengambil dompetnya. "89.000 rupiah dek" kata sang bapak. "Nih!" Casa menyerahkan uangnya. "Makasih ya!"
Tut..tut..tut........Casa memanggil taksi. Beberapa detik kemudian, taksi segera datang. "Pak, ke jalan Ioron" kata Casa pada sang supir taksi.
( p.s : keluarganya kaya, lho! )
"Haah...... lega rasanya udah beli kado" gumam Casa, saat sudah sampai di rumahnya. Sekarang dia sedang berada di kamar privete-nya. Casa mengeluarkan baju yang dibelinya, lalu mengambil sebuah kertas kado biru dan membungkusnya dengan rapih. "Nah, jadi deh!" teriak Casa girang. Dia sudah susah payah membungkusnya. Psstt! sebenarnya Casa tidak bisa membungkus kado, lho.
Tok tok tok.... "Casa! Mama boleh masuk ga?" tanya sebuah suara. "Boleh kok, ma! Masuk aja!" jawab Casa, lalu duduk di ranjangnya. Mama Casa segera masuk dan mereka memulai percakapan mereka :
"Casa, mama denger si Kora ultah ya?"
"I-iya, ma. Kok mama tau?"
"Tadi di taksi, Mama dapet telpon dari mamanya si Kora. Katanya, mau ajak kamu ke pesta nya Kora"
"Oh ya, dah tau. Tadi si Kora kasih tau"
( Casa teringat lagi waktu Kora memegang tangannya. Dia tersipu-sipu...)
"Kenapa Casa?"
"Oh, gapapa kok!"
"Ya udah, mama cuman mo ngomong itu aja. Udah siapin kado?"
"Udah, nih baru bungkus!"
"Oh, oke! By the way, kamu besok di pesta ultah nya si Kora, mau pake dress apa?"
Dress! Belom dipikirin gue! aarrgghh!
LONELY WITHOUT YOU
"Hai! Ketemu lagi, idiot!" seru sebuah suara dari belakang. Casa memutar badannya. "Hah? Kora? ngapain lo disini? Hah?" tanya Casa, masih tidak sadar. "Yee.. justru gue yang mo nanya lo. Tuh jam tangannya buat apaan?" kata Kora, sengar-sengir. Casa melihat ke arah jam tangan yang mau dibelinya. "Umm.. eh... hmm... bu..buat...buat...ya! buat sepupu gue!" balas Casa. "Oooh, gitu . Yaudah, pantesan gue heran orang jelek kayak lo ngapain beli jam tangan semahal gitu. Jah!" iseng Kora. "Apa lo bila-" Kora sudah berlari pergi.
"Dasar tuh orang takut. Huu!" gumam Casa, sambil mendengus kesal. Duh, gimana ni! jam tangannya dah diliat dia! AAAAHH!!!!!
Selasa, 15 Juni 2010
LONELY WITHOUT YOU
"Yeee... jangan ge-er. Gue malah benci duduk bareng lo!"
"Apa?!!!"
"Emang gue benci!"
"Diem lo!"
"Lo yang diem!"
"Sudah, sudah dek! Dah sampai nih.." ujar pak supir. Taksinya sudah sampai di depan rumah Casa. Casa membuka pintu taksinya dengan kasar. Saat dia menuju keluar........ tiba-tiba, Kora memegang tangannya! "Mo apa lo?" tanya Casa pelan. Dia masih terkaget-kaget. " jangan ge-er ya! gue cuman mo ngundang lo ke pesta ulang tahun gue! puas lo?" jawab Kora. Mukanya memerah. Casa hanya mengangkat bahunya, "Ya udah. Mo gimana lagi"
tunggu kelanjutannya segera~ besok!
Maav klo pendek