
“Sip deh Non!” jawab supirnya. Sesampainya disana, Mona segera duduk di sebuah tempat duduk (sofa) yang terlihat nyaman sekali. Tiba-tiba, seorang pelayan dating dan berkata, “Halo Dek! Mau pesan apa ya?” Lalu dia menyerahkan sebuah menu yang tebal ke Mona. Karena sudah terbiasa, Mona segera memesan Chocho Berry Milkshake, kesukaan-nya.
“Hai Mon…tumben ke sini,” sapa seorang gadis cilik yang rambutnya dikuncir satu. “Iya…he he he.. duduk bareng yuk, Carol,” ajak Mona sambil tersenyum manis. “Kutraktir deh !” tambah Mona. “Waah, thanks ya!” kata Carol senang. Hehehe… maklum, Mona kan orang kaya, pikir Carol.
Lalu dia juga memesan sebuah es krim rasa vanilla chocolate chips. “Hmm…Uhm..hmm…yam….enak banget, es….es krimnya….,” komentar Carol dengan mulut nya yang belepotan. “Hahaha….iya, benar!” jawab Mona setuju. Sejenak mereka terdiam sebentar.
Lalu Carol mengajak Mona ke toko manic-manik. Nama toko itu adalah Twinkly Rainbow. Disana terjual manic-manik yang cute banget! Akhirnya Carol memilih sebuah manic-manik bergambar love, bertuliskan “friends forever” dan membayarnya ke kasir.
“Tujuh ribu lima ratus dek!” kata sang kasir, tersenyum. “Nih, uangnya…,” jawab Carol sambil menyerahkan Rp.8.000. Ketika 500 perak-nya akan dikembalikan, Carol menolaknya dengan halus. Dia berkata bahwa uang itu untuk mba (kasir) saja. (Waahh, baik sekali Carol!)
Setelah mereka keluar dari toko itu, Carol memberikan manik-manik itu untuk Mona. “Thanks ya! Oya, kamu naik mobil ku aja! Kan dekat!” tawar Mona tulus. “Hm…ga apa-apa nih?” tanya Carol ragu. “Ya, ga apa-apa lah!” jawab Mona senang. Akhirnya Carol menyetujuinya.
Sesampainya Mona di rumah, mom datang menyambutnya dengan masker yang masih ada di wajahnya.”Hai honey. Sudah pulang ya? Ayo lekas mandi, lalu makan ya! Ada makanan kesukaanmu nih,” kata Mom. “Oke Mom!” jawab Mona seraya melepaskan ranselnya dan menaruhnya di sofa.
Byur….byur….byur… Terdengar suara air shower terus berjalan. Lalu, Mona mengenakan daster ungu polkadot-nya dan menuju kamar tidurnya. Setelah itu, dia menghempaskan dirinya ke tempat tidur barunya itu. “Huh…Lola menyebalkan banget sih!” gerutu Mona, mengingat ketika Lola mengejeknya `Penakut, ayam kecil! `.
Lola memang dijuluki trouble maker di kelas karena ulah-ulahnya. “Monaaa….Turun dong! Mom sama dad udah nunggu lho di bawah,” terdengar suara kembaran-nya. Moni. (Walaupun mereka kembaran, mereka jarang akur lho!) “Iya..iya..tunggu!” jawab Mona, mendesah keras.
“Lama banget sih!” omel Moni. Mona hanya bisa menjulurkan lidahnya, mengejek. Tercium olehnya bau yang sangat sedap. Tentu saja burger rasa ikan dan ayam! Hmm…lezat! Yummy....Tanpa piker panjang lagi Mona segera menyambar makanan itu, dan berdoa. “Hmm…enak!” komentar Mona, sambil mengunyah gigitan burger terakhirnya.
“Yee! Nanti jadi gendut lho,” jawab Moni meringis lucu. “Ga apa-apa deh,” kata Mona seraya meneguk orange juice- nya. “Anak-anak, jangan banyak bicara kalau sedang makan. Nanti tersedak lho,” kata dad. Mona lalu menjawab,”Hmm…Mona pergi dulu ya ! Mona mau hang-out lagi bareng Chinka. Seperti biasa mom,dad” “Hati-hati ya!” pesan mom dan dad serentak. Moni hanya bisa terkikik-kikik.
makasih udh mo bca smpe sini,
BalasHapushmm..... bsk chapter 2 koqq ^^